Cokelat Mengurangi Tekanan Darah Resistensi Insulin

Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.

Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa. Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyol membawa hadiah, di antaranya minuman cokelat.

Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia. Selain dikonsumsi paling umum dalam bentuk cokelat batangan, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Cokelat mengandung flavonoid yang dapat mencegah penyakit jantung, kanker dan mencegah kenaikan berat badan. Flavonoid adalah antioksidan yang terdapat dalam cokelat, sayur dan buah, anggur merah dan teh.

Antioksidan menetralkan radikal bebas yang berhubungan dengan penyakit jantung, kanker, stroke, penuaan dini dan kerusakan sistem kekebalan

Radikal bebas adalah zat kimia reaktif – yang dibentuk secara alami pada saat metabolisme – seperti karat biologis yang merusak membran (kulit sel), DNA dan struktur sel penting.

Flavonoid bermanfaat bagi kesehatan karena dapat meningkatkan produksi nitric oxyde oleh endholhelium, yaitu sel-sel yang melapisi bagian dalam dari pembuluh darah. Nitric Oxyde (NO) adalah senyawa penting yang meningkatkan aliran darah dan membantu memelihara tekanan darah rendah dan sistem kardiovaskuler (jantung dan peredaran darah)

Lapisan dalam pembuluh darah mengeluarkan NO, yang membantu mengendalikan aliran darah ke jaringan. Masalah dengan kadar energi, penampilan seksual dan distribusi darah sehingga disebabkan oleh ketidakmampuan mengeluarkan NO.

Para pakar Italia menemukan bahwa flavonol pada cokelat menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 9 mmHg, meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan diameter pembuluh darah, serta mengurangi LDL dan resistensi insulin. Cokelat adalah makanan sehat yang tinggi kalorinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *