Inilah Racun Yang Ada Di Dalam Tubuh Kita

Diakui atau tidak, kehidupan manusia modern yang begitu akrab dengan berbagai budaya instan telah menyebabkan perubahan yang sangat besar terhadap gaya hidup. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kesehatan, termasuk meningkatnya kandungan racun atau toksin di dalam tubuh.

Sebagian orang telah menyadari keberadaan racun di dalam tubuhnya. Namun, sebagian yang lain masih belum menyadari keberadaan racun yang telah terakumulasi di dalam tubuh selama belasan bahkan berpuluh-puluh tahun ini. Padahal, racun ini akan terus menumpuk dan pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan sistem detoksifikasi tubuh.

al ini tentu bakal mengganggu proses metabolisme tubuh yang antara lain ditandai dengan timbulnya penyakit kronis terutama gangguan pada fungsi hati. Jika tidak segera ditangani, gangguan pada fungsi hati ini akan terus menjalar dengan munculnya berbagai penyakit kronis lainnya. Kata ”toksin” berasal dari bahasa Yunani, yaitu toxicon yang berarti racun. Toksin merupakan substansi kinu’a maupun organik yang asing bagi tubuh manusia dan dapat membahayakan kesehatan.

Secara garis besar, toksin dalam tubuh dibedakan menjadi dua, yaitu toksin internal (endotoksin) dan toksin eksternal (eksotoksin). Toksin internal merupakan toksin yang berasal dari proses yang terjadi di dalam tubuh manusia. Contoh: zat hasil pencernaan makanan yang kemudian diurai oleh hati. Sementara toksin eksternal adalah toksin yang berasal dari luar tubuh manusia (lingkungan) berupa bahan kimia dan mikroba yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui udara dan air yang tercemar serta makanan yang kita konsumsi.

Toksin adalah segala bentuk zat yang memiliki efek merusak bagi fungsi sel dan struktur sel tubuh. Ada jenis toksin yang bersifat fatal dan juga jenis toksin yang bersifat lebih ringan. Nah apa saja sumber toksin yang perlu kita waspadai? Berikut beberapa di antaranya.

1. Pencemaran udara. Untuk hjdup, kita memang membutuhkan udara (oksigen). Namun, kondisi lingkungan sekarang ini membuat kita tidak bisa menghindari unsur lain yang merupakan ”sampah” udara. Unsur ini tanpa kita sadari ikut Inasuk ke dalam rongga dada kita. Udara tercemar (misal oleh timbal) yang kita hirup akan mengotori darah serta organ tubuh kita sehingga dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

2. Makanan cepat saji. Makanan cepat saji yang diolah dengan bahan kimia sintetis dan kita konsumsi selama bertahun—tahun tentu akan Inenyebabkan toksin menumpuk di dalam tubuh kita. Makanan cepat saji yang diolah dengan bahan kimia sintesis untuk pewarna, aroma, pengawet, dan bumbu penyedap merupakan pencetus zat karsinogen sebagai pemicu kanker.

3. Minuman. Minuman yang mengandung kimia sintesis untuk pengawet, pewarna, perasa, dan gas karbon dioksida dapat merusak lambung. Demikian juga halnya dengan air tercemar yang secara tidak sadar kita minum. Meskipun pencemaran itu masih diambang toleransi, tetapi jika sedikit demi sedikit kita tumpuk di dalam tubuh kitadalam jangka waktu bertahun—tahun (bahkan hingga puluhan tahun), tentu akan meracuni tubuh kita dan berdampak buruk bagi kesehatan. Air minum yang tercemar unsur logam seperti besi, aluminium, mangan, merkuri, dan kaporit dapat merusak ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *