Faktor Risiko Stroke

Diabetes Mellitus

Diabetes juga merupakan bagian dari faktor risiko stroke. Karenanya, penderita diabetes mempunyai risiko terserang stroke. Hal ini disebabkan oleh pembuluh darah yang kaku, sehingga peningkatan atau penurunan kadar glukosa darah yang secara tiba-tiba juga dapat menyebabkan kematian otak. Oleh karena itu, bagi seseorang terutama menderita stroke agar mengatur kadar gulanya. Supaya, Anda bisa mencegah terjadinya stroke dan mencegah kerusakan pada otak yang berat.

Obesitas

Biasanya, orang yang mengalami obesitas cenderung berisiko menderita serangan stroke. Hal ini disebabkan karena kadar lemak dan kolesterol meninggi pada penderita obesitas. Di sini, pada orang obesitas kadar LDL lebih tinggi dibanding kadar HDL. Tidak hanya stroke, obesitas juga dapat meningkatkan risiko hipertensi. hiperkolesterol, dan diabetes mellitus.

Kolesterol Tinggi

Seperti diketahui bahwa kolesterol adalah zat yang paling berperan dalam terbentuknya arteriosklerosis pada lapisan pembuluh darah. Sehingga, terjadilah penyumbatan pembuluh darah di otak. Penyumbatan ini menutupi seluruh rongga pembuluh darah yang berakibat aliran darah terhenti dan terjadi stroke. Penelitian yang dilakukan oleh Amarenco, dkk. pada tahun 2006, mereka meneliti pada 492 pasien stroke iskemik. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan kolesterol total yang tinggi dapat meningkatkan risiko stroke sampai dua kali lipat. Pemberian terapi obat untuk mengurangi kadar koleste-rol bermanfaat untuk menurunkan risiko sumbatan. Beberapa penelitian juga menghubungkan penurunan kadar kolesterol darah sampai di bawah 100 mg dengan munculnya stroke perdarahan, namun hal ini tidaklah terbukti.

Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup juga bagian dari salah satu faktor risiko terserang stroke. Dan, gaya hidup yang tidak sehat akan berakibat pada kesehatan seseorang. Sehingga, tidak sedikit dari beberapa penyakit yang mematikan disebab‘ kan karena pola hidup yang tidak sehat.

Merokok

Menurut para ahli kesehatan, rokok sangat banyak mengandung nikotin. Sehingga, mengakibatkan terjadi- nya denyut jantung yang meningkat, tekanan darah meninggi, menurunkan kolesterol HDL, meningkatkan kolesterol LDL, dan mempercepat arteriosklerosis. Dengan demikian, merokok menjadi faktor risiko yang berpotensi terhadap serangan stroke akibat pecahnya pembuluh darah pada daerah posterior otak. Bahkan, berdasarkan hasil berbagai penelitian diketahui bahwa orang yang merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen darah yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok. Peningkatan kadar fibrinogen ini dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang mengakibatkan stroke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *